Minggu, 06 Desember 2015

Mengunjungi Makam Mgr. Soegijapranata

Matahari bersinar terang. Angin bertiup sepoi-sepoi. Hari Senin tanggal 5 Oktober 2015, kami mendapat tugas untuk melaksanan proyek kebaikan. Proyek kebaikan ini adalah proyek yang keempat. Proyek kebaikan kami kali ini yaitu untuk mengunjungi makam Mgr. Soegijapranata.
Kami berangkat dari kampus sekitar jam setengah 9 pagi. Setelah semua siap, kami langsung berangkat menuju makam. Sesampainya di maka kami membersihkannya terlebih dahulu, karena makam terlihat sedikit kotor. Kami menyapu dan mengambili beberapa daun-daun kering disekitar makam. Setelah selesai membersihkan makam kami baru mulai untuk berdoa. Kami meminta permohonan dalam bentuk penitensi. Semoga kami selalu lancer dalam hal perkuliahan di Unika Soegijapranata ini. Semoga juga Universitas Soegijapranata tetap Berjaya dan tetap dikenal hingga pelosok Indonesia. Kami juga meminta perlindungan kepadamu, agar engkau jauhkan segala perselisihan yang terjadi di dalam perkuliahan kami. Semoga kami tetap sepertimu yang peduli kepada semua orang. Berkatilah juga khususnya bagi kami jurusan psikologi agar tetap menjadi fakultas yang terbaik dan berkualitas di mata masyarakat.


Kutipan ayat:

1 Raja-raja 8:28
Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan hamba-Mu pada hari ini.



Minggu, 29 November 2015

Panti Asuhan Al-Rifdah: Melayani dan Berbagi dengan Anak Cacat Ganda



Siang itu udara di Semarang sangat panas. Di ujung pinggiran timur kota, di depan sebuah bangunan setengah jadi yaitu Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah tepatnya di Jalan Tlogomulyo Bangetayu Semarang. Pada tanggal 17 September 2015 , saya dan teman-teman saya mendapat tugas mengamalkan kebaikan kepada sesama. Ini adalah proyek kebaikan kami yang kedua. Kami berangkat menggunakan mobil dari Unika Soegijapranata menuju ke Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah.Sesampainya disana saya dan teman-teman saya disambut baik dengan pemilik Panti Asuhan Cacat Ganda namanya Ibu Rahma Faradila. Ibu Rahma Faradila ini berumur 37 tahun, ia adalah pendiri serta pemimpin panti tersebut.  Setelah itu kami bertanya kepada Ibu Rahma Faradila untuk mendapatkan informasi lebih jelas menganai anak-anak tersebut. Setelah puas bertanya-tanya lalu kami lanjut untuk bermain bersama anak-anak. 

Wanita yang berada di kanan itu bernama Nani. Saat ini dia telah berusia 24 tahun. Dia mengalami kelainan sejak ia dilahirkan. Sebelum ia dibawa ke Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah ini, dia diperkosa sama pamannya sendiri. Saat merasa iba kepada Nani saat mendengar cerita tersebut. Selanjutnya, anak ini mengalami penyakit Microcephalus yaitu ukuran kepala yang sangat kecil atau di bawah standar normal sehingga tumbuh kembang anak ini tidak dapat optimal. Tangan dan kaki anak ini tidak bisa bergerak (kaku). Lalu anak ini juga tidak bisa berbicara (bisu). Tidak terasa selama dua jam kami habiskan bermain bersama anak-anak panti. Jam kunjungan sudah habis. Saya sangat senang dapat berkunjung kesana. Panti asuhan cacat ganda adalah tempat untuk menolong sodara kita yang kurang beruntung, tidak punya rumah, tidak punya keluarga.  Meskipun saya tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun, setidaknya saya sudah berbagi kebahagiaan dan kasih kepada mereka. Hari ini saya dan teman-teman saya mendapatkan pengalaman luar biasa, pengalaman yang mungkin akan terus kami kenang.


Sabtu, 28 November 2015

Resik-Resik Gereja



Sabtu, 3 Oktober 2015 saya dan teman-teman seiman dari kelas 02 Fakultas Psikologi Unika mendapat tugas mengamalkan kebaikan yang ketiga. Pada proyek kebaikan ini, kami memilih untuk membersihkan gereja. Gereja yang kami tuju yaitu Gereja St. Paulus Sedangguwo tepatnya berada di daerah Majapahit. 
Kami awalnya akan berangkat pada pukul 7 pagi, tetapi karena ada suatu halangan akhirnya kami mengundur jam keberangkatan kami menjadi jam 8 pagi. Saat saya dan teman-teman saya sudah berkumpul kami langsung berangkat menuju gereja. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30menit, akhirnya kami sampai pada tujuan kami yaitu Gereja St. Paulus. 

Sesampainya di gereja, kami bertemu dengan Romo, Frater, dan juga pegawai kebersihan gereja. Pada awalnya kami akan membersihkan bagian dalam gereja, tetapi karena kita terlambat sampai disana, akhirnya kami membersihkan bagian luar atau halaman gereja. Kami membersihkan halaman gereja dengan santai tanpa rasa terbebani. Kami juga membersihkan halaman gereja sambil bercengkrama dengan Romo, Frater, dan pegawai kebersihan gereja. 

Setelah 2 jam kami membersihkan gereja, saya dan teman-teman saya selesai membersihkan gereja. Kami sangat lelah tapi kami juga senang dapat kesempatan untuk membersihkan gereja. Kami sadar bahwa kebersihan gereja adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya tugas pegawai kebersihan gereja. 



Minggu, 22 November 2015

21 November

Halo! Selamat datang :) Ini adalah posting blogku yang kedua kalinya. 

Kali ini aku mau cerita tentang pengalamanku di tanggal 21 November 2015. Mengapa aku memilih untuk share pengalamanku di tanggal 21 November? Karena ditanggal itu ada kejadian yang menurutku itu membuat hatiku terguncang hahaha. Temen-temen pasti juga tau kan kalo tanggal 21 itu kita ada acara kemana? Yupp.. kita ada acara untuk berkunjung ke Rumah Sakit Jiwa di Klaten.  

----

Jadi begini ceritanya, sebelum aku berangkat ke Unika, aku diminta bantuan sama komting untuk ngambil snack kelas di rumah Ibu Kuat. Aku berangkat dari rumah jam 5 pagi padahal udah harus sampe Unika jam setengah 6 pagi. Aku mikir, mungkin dari rumah cukup kali ya waktunya sekalian mampir ambil snack di rumah Ibu Kuat. Akhirnya nyampe didepan rumah Ibu Kuat itu udah jam 5 lewat 15 menit. Pas barusan nyampe, aku bingung kan itu ada ibu-ibu udah lumayan tua gitu pake jilbab tapi daster rombeng-rombeng. Aku engga tau kejadian pastinya kaya gimana. Tapi kayanya ibu-ibu itu abis pulang dari pasar naik sepeda pake daster terus abis itu dasternya nyangkut di ruji sepedanya. Terus ibu-ibu itu jatuh lalu dasternya sobek sampe underwear nya kelihatan semua (ini ga bohong loh guys). Terus pas aku turun dari mobil, aku samperin ibu-ibu itu. Laluu ibu-ibu itu manggil-manggil aku. Terus ya aku samperin deh ibu-ibu itu. Kemudian ibu-ibu itu bilang "mbak, mbake punya daster elek-elekan rak mbak? daster kulo sowek mbak? mbok kulo ditulungi mbak". Lah aku bingung, aku gabawa daster tapi aku bawa kaos tapi ukuranya kecil banget kayanya ga cukup deh kalo dipake sama ibu-ibu itu. Terus aku bilang deh sama ibu-ibu itu kalo aku mau cariin dulu. 
Lalu aku berjalan menyusuri rumah Ibu Kuat. Nah, ditengah jalan waktu aku nyari rumah Ibu Kuat, aku ketemu sama nenek-nenek. Terus aku tanyain si nenek itu "nek tau rumah ibu kuat? oh ya nek, nenek punya daster engga nek? soalnya di ujung gang situ ada ibu-ibu dasternya sobek nek sampe underwearnya kelihatan". Terus nenek tadi jawab kalo dia engga punya daster. Lalu aku langsung kerumah ibu kuat buat ambil snack tadi. Terus aku juga nanya sama ibu kuat "bu, ibu punya daster engga bu? soalnya kasian ada ibu-ibu tadi dasternya sobek dia ujung gang situ". Ibu kuat jawab engga punya daster katanya. Lahhhh terus aku bingung banget kan pas itu. Kasian juga sama ibu-ibu tadi dasternya sobek padahal rumahnya di daerah Atmodirono. Nah terus akhirnya aku minta maaf sama ibu-ibu tadi kalo aku gabisa bantuin dia. Terus aku lihat jam ternyataaaa udah jam setengah 6!! buseet terus aku langsung buru-buru kan itu. Lalu komting kelas bilang kalo aku ditinggal sama rombongan bis. aaaak sedih sekali. Tapi berhubung aku bawa mobil sendiri bareng sama temen-temen, akhirnya aku bisa deh nyusul bis kelas. 

----

Niat baik harus diwujudkan dalam perbuatan baik, walaupun berbuat baik sering dicurigai dan disalah pahami, namun jangan berhenti berbuat baik dengan tulus dan ikhlas. Karena perbuatan baik itu dibenarkan dan berkenan di hadapan Allah. (bdk Mat 11:16-19)  

----

Yaa meskipun aku belom bisa menolong ibu-ibu yang tadi. Paling engga aku udah punya niat baik sama ibu-ibu yang tadi. Disetiap niat baik, pasti ada jalan dan kemudahan yang diberikan Tuhan kepada kita. Percayalah, bahwa Tuhan akan selalu ada disetiap jiwa yang baik. 




Jumat, 13 November 2015

Indahnya Toleransi Umat Beragama

Salut, siswa Non Muslim ini payungi temannya yang sedang Sholat saat hujan

Kisah indah ini datang dari negara tetangga kita yaitu Malaysia tepatnya di Kota Jiran. Toleransi umat beragama ini ditunjukan para siswa yang berbeda agama. Tepatnya pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2015 lalu. Kisah ini terjadi pada saat Prof Dr Kamaruddin Hussin hendak memposting beberapa foto yang menunjukan kegiatan siswa saat berada di alam terbuka. Kegiatan tersebut semacam Outbound yang diselenggarakan di Kaki Gunung Perlis. Siswa muslim tampak sedang menunaikan ibadah sholat di sela-sela kegiatan. Namun tiba-tiba saja hujan turun. Melihat hal tersebut para siswa dari etnis China dan India bergegas memayungi mereka dengan menggunakan alat seadanya yaitu terpal. Dengan penuh rasa kesabaran, mereka melakukan hal tersebut hingga rekan mereka selesai menunaikan ibadah Sholat.


Kasih dalam Ajaran Agama Katolik
Kasih Allah itu berkorban. Ada dalam alkitab, karena Allah begitu mangasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16)

---

Jadi, menurut saya perbedaan bangsa, etnis, agama, dan sebagainya tidak membataskan hubungan kita apabila kita ingin berbuat kebaikan kepada sesama kita. Seperti pada kisah diatas saat pelajar dari etnis China dan India memayungi temannya yang sedang Sholat saat hujan. So, teman-teman mudah kok jika kita ingin bertoleransi kepada sesama-sesama kita. Contoh mudahnya saja dengan berpartisipasi dengan teman kita yang berbeda agama dengan kita. Jika sedang lebaran atau natalan kita dapat memberikan ucapan selamat kepada mereka. Nah, tidak susah kan teman-teman untuk bertoleransi kepada sesama kita.