Minggu, 29 November 2015

Panti Asuhan Al-Rifdah: Melayani dan Berbagi dengan Anak Cacat Ganda



Siang itu udara di Semarang sangat panas. Di ujung pinggiran timur kota, di depan sebuah bangunan setengah jadi yaitu Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah tepatnya di Jalan Tlogomulyo Bangetayu Semarang. Pada tanggal 17 September 2015 , saya dan teman-teman saya mendapat tugas mengamalkan kebaikan kepada sesama. Ini adalah proyek kebaikan kami yang kedua. Kami berangkat menggunakan mobil dari Unika Soegijapranata menuju ke Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah.Sesampainya disana saya dan teman-teman saya disambut baik dengan pemilik Panti Asuhan Cacat Ganda namanya Ibu Rahma Faradila. Ibu Rahma Faradila ini berumur 37 tahun, ia adalah pendiri serta pemimpin panti tersebut.  Setelah itu kami bertanya kepada Ibu Rahma Faradila untuk mendapatkan informasi lebih jelas menganai anak-anak tersebut. Setelah puas bertanya-tanya lalu kami lanjut untuk bermain bersama anak-anak. 

Wanita yang berada di kanan itu bernama Nani. Saat ini dia telah berusia 24 tahun. Dia mengalami kelainan sejak ia dilahirkan. Sebelum ia dibawa ke Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah ini, dia diperkosa sama pamannya sendiri. Saat merasa iba kepada Nani saat mendengar cerita tersebut. Selanjutnya, anak ini mengalami penyakit Microcephalus yaitu ukuran kepala yang sangat kecil atau di bawah standar normal sehingga tumbuh kembang anak ini tidak dapat optimal. Tangan dan kaki anak ini tidak bisa bergerak (kaku). Lalu anak ini juga tidak bisa berbicara (bisu). Tidak terasa selama dua jam kami habiskan bermain bersama anak-anak panti. Jam kunjungan sudah habis. Saya sangat senang dapat berkunjung kesana. Panti asuhan cacat ganda adalah tempat untuk menolong sodara kita yang kurang beruntung, tidak punya rumah, tidak punya keluarga.  Meskipun saya tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun, setidaknya saya sudah berbagi kebahagiaan dan kasih kepada mereka. Hari ini saya dan teman-teman saya mendapatkan pengalaman luar biasa, pengalaman yang mungkin akan terus kami kenang.


16 komentar:

  1. Semoga dapat menginspirasi. Good job.

    BalasHapus
  2. Terus berbuat baik dan terus menginspirasi yang lain :)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. artikel yang baguss.. semoga menginspirasi...

    BalasHapus
  5. Kita harus mengasihi kepada orang yg tdk sempurna hidupnya seperti kita....dan jangan pernah menghinanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaa betul sekali mas cao fan'lee! terimakasih atas komentarnya GBU

      Hapus
  6. semoga kita semua dapat selalu berbuat kebaikan pada siapapun :)

    BalasHapus
  7. pengalaman yg sangat luar biasa.. semoga dapat tetap terus dilakukan . Gb

    BalasHapus
  8. teruslah berbuat kebaikan...sangat menginspirasi

    BalasHapus
  9. Saya sangat tertarik denfan pengalaman yg berkaitan dengan anak", semoga bisa menjadi berkat bgi mereka, Gbu

    BalasHapus
  10. artikel yang bagus! semoga bermanfaat

    BalasHapus
  11. Artikel yang bagus, semoga artikel ini dapat menginspirasi banyak orang :)

    BalasHapus
  12. artikel yang bagus, semoga bermanfaat ya :)

    BalasHapus